Ramadhan Fest 2026: Membedah Timur Tengah dari Utara, Mengkaji Dampak Geopolitik Global bagi Indonesia
Tarakan
Ramadhan Fest 2026 Timur Tengah dari Utara, Mengkaji Dampak Geopolitik Global bagi Indonesia
Di tengah dinamika konflik global yang semakin kompleks, pemahaman masyarakat terhadap isu geopolitik internasional menjadi semakin penting. Berangkat dari kesadaran tersebut, sejumlah organisasi kepemudaan, akademisi, dan pegiat kemanusiaan akan menggelar Ramadhan Fest 2026, sebuah forum diskusi publik yang mengangkat tema “Membedah Timur Tengah dari Utara.”
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026, pukul 16.00 – 21.00 WITA di Haqi Coffee Shop, Tarakan, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan untuk memberikan analisa komprehensif terkait dinamika keamanan dan geopolitik global serta dampaknya bagi Indonesia.
Forum ini menghadirkan sejumlah pembicara dengan perspektif yang berbeda, mulai dari militer, ekonomi, dunia Islam, hingga perspektif masyarakat sipil yang aktif dalam advokasi kemanusiaan Palestina
Dari perspektif militer, Kolonel Kav. Harri Poernomo, yang pernah bertugas sebagai bagian dari TNI UNIFIL di Lebanon, akan membahas dampak dan pengaruh dinamika keamanan serta geopolitik global terhadap posisi strategis Indonesia dalam konteks stabilitas kawasan dan hubungan internasional.
Sementara itu, dari sudut pandang ekonomi, Dr. Margiyono, S.E., M.Si., seorang pengamat ekonomi, akan menguraikan bagaimana ketegangan geopolitik global berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional, termasuk melalui jalur perdagangan internasional, energi, serta dinamika pasar global.
Perspektif dunia Islam akan disampaikan langsung oleh Syaikh Abdul Karim Ahmad B, seorang penjaga Masjid Al-Aqsha di Palestina, yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi dunia Islam dalam menghadapi dinamika geopolitik global, khususnya terkait isu Palestina dan solidaritas umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Adapun perspektif masyarakat sipil dan aktivisme kemanusiaan akan disampaikan oleh Ir. Akhmad Syahran, M.H., M.T, dari Free Palestine Network, yang akan mengkaji pengaruh dinamika keamanan global terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina serta peran masyarakat internasional dalam advokasi kemanusiaan.
Diskusi ini akan dimoderatori oleh dr. Ihya Rahawarin, Sp.B., FICS., AIFO-K, yang diharapkan mampu mengarahkan dialog lintas perspektif agar menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu yang dibahas.
Tidak hanya menghadirkan diskusi intelektual, Ramadhan Fest 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya, seperti food bazaar, pembacaan puisi, serta doa dan dzikir bersama, yang diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan refleksi di bulan suci Ramadhan.
Melalui forum ini, para penyelenggara berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton terhadap konflik global, tetapi juga mampu memahami dampaknya secara lebih kritis dan konstruktif terhadap kehidupan nasional maupun kemanusiaan global.
Sebagaimana diketahui, dinamika geopolitik di Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir memiliki implikasi yang luas, tidak hanya terhadap stabilitas kawasan, tetapi juga terhadap politik global, ekonomi internasional, hingga isu kemanusiaan yang menjadi perhatian dunia.
Ramadhan Fest 2026 diharapkan menjadi ruang dialog yang produktif bagi masyarakat, akademisi, dan generasi muda untuk menggali perspektif yang lebih luas mengenai hubungan antara dinamika global dan kepentingan nasional Indonesia.