
Tarakan, 9 Juni 2026 – Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Tarakan kembali menghadirkan program Dialog Kentongan dengan tema “Merawat Masa Depan, Mengupas Dampak Bahaya LGBT Sejak Dini”. Kegiatan yang disiarkan secara langsung pada Selasa (09/06/2026) pukul 16.00 WITA ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesi untuk memberikan perspektif yang komprehensif kepada masyarakat.
Hadir sebagai narasumber dr. M. Ihya Ulumuddin Rahawarin, Sp.B., FICS., AIFO-K., Ketua Majelis Pengurus Wilayah Pemuda ICMI Kalimantan Utara, Nazwa Manurung, M.Psi., Psikolog, Ketua Bidang Sertifikasi dan Perizinan HIMPSI Wilayah Kalimantan Utara, serta Drs. K.H. Abdul Samad, Lc., M.Pd.I., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan. Acara dipandu oleh host RRI Tarakan, Andrey Riantha.
Dalam dialog tersebut, para narasumber membahas pentingnya peran keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen pemangku kepentingan dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak, sehat, dan memiliki ketahanan moral yang kuat. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya edukasi, pendampingan psikologis, serta penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang positif bagi tumbuh kembang anak dan remaja.
Dr. M. Ihya Ulumuddin Rahawarin menyampaikan bahwa kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan sosial yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, upaya preventif melalui edukasi dan pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh di era digital.
Sementara itu, Nazwa Manurung menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak, serta perlunya pendampingan psikologis yang tepat dalam masa pertumbuhan dan perkembangan remaja. Di sisi lain, Drs. K.H. Abdul Samad mengingatkan pentingnya penguatan nilai-nilai agama dan moral sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Melalui kegiatan ini, RRI Tarakan berharap masyarakat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya peran bersama dalam menjaga dan merawat masa depan generasi muda. Dialog berlangsung interaktif dengan partisipasi pendengar yang turut menyampaikan pertanyaan dan pandangan selama siaran berlangsung.
Kegiatan Dialog Kentongan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi RRI sebagai media publik dalam menghadirkan ruang diskusi yang edukatif, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Utara.