Silaturahmi Strategis Indonesia–Malaysia di Kuala Lumpur: Dorong Kolaborasi Poros IKN–Kalimantan Utara–Sabah
Kuala Lumpur — Semangat ukhuwah, intelektualitas, dan kepemudaan mewarnai pertemuan strategis lintas negara yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Forum ini mempertemukan sejumlah tokoh penting dari Indonesia dan Malaysia dalam rangka memperkuat sinergi kawasan perbatasan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua MPW Pemuda ICMI Kalimantan Utara, Muh. Ihya Ulumuddin Rahawarin, perwakilan ICMI Orwil Malaysia Shohih, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Raden Dato Iman Hascarya, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Kuala Lumpur Danang Waskito, Ketua MPW Pemuda Pancasila Malaysia Adnan NST, serta perwakilan pengusaha dari Tawau, Sabah, Putera.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi strategis pada poros Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Utara, hingga Sabah. Fokus utama diskusi mencakup pembacaan tantangan dan peluang kawasan perbatasan yang dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan baru.
Dalam pemaparannya, Ihya Ulumuddin Rahawarin menegaskan bahwa kawasan perbatasan tidak lagi relevan dipandang sebagai wilayah pinggiran. “Perbatasan adalah beranda depan peradaban yang harus diperkuat melalui kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan jejaring strategis lintas negara,” ujarnya.
Sementara itu, Shohih dan Khairuddin Adnan NST menekankan pentingnya peran ICMI sebagai jembatan kolaborasi cendekiawan Muslim Indonesia–Malaysia. Mereka mendorong penguatan ekosistem intelektual, ekonomi, dan sosial yang berkelanjutan melalui kerja sama konkret antarnegara.
Dari sisi diplomasi, Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato Iman Hascarya, menyampaikan bahwa hubungan kedua negara memiliki fondasi kuat yang harus terus diperkuat melalui pendekatan diplomasi masyarakat atau people-to-people diplomacy. Hal ini diperkuat oleh Danang Waskito yang mendorong implementasi program lintas sektor, mulai dari pendidikan, perdagangan, hingga pemberdayaan masyarakat perbatasan.
Perspektif praktis turut disampaikan oleh Putera, pengusaha asal Tawau, Sabah, yang melihat peluang besar pada sektor perdagangan lintas batas, logistik, dan pengembangan industri berbasis potensi lokal.
Adapun sejumlah poin strategis yang menjadi kesepahaman bersama dalam pertemuan ini meliputi penguatan konektivitas dan infrastruktur kawasan perbatasan, kolaborasi riset dan pendidikan, pengembangan jejaring pengusaha muda serta ekonomi halal, hingga peningkatan peran pemuda dalam diplomasi sosial.
Silaturahmi ini diharapkan tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan menjadi fondasi awal bagi kolaborasi nyata dalam membangun kawasan poros IKN–Kalimantan Utara–Sabah sebagai pusat pertumbuhan baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda dan cendekiawan memiliki peran strategis dalam menghubungkan potensi lintas negara, menyatukan visi, serta mendorong masa depan kawasan yang lebih harmonis dan progresif.
Pertemuan strategis di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara yang tidak hanya berbasis pada kepentingan diplomatik, tetapi juga pada kekuatan pemuda, intelektual, dan pelaku usaha. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi langkah awal yang konkret dalam mengakselerasi pembangunan kawasan perbatasan sebagai episentrum pertumbuhan baru.
Dengan semangat kebersamaan dan visi yang terarah, poros Ibu Kota Nusantara–Kalimantan Utara–Sabah diyakini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa hubungan Indonesia–Malaysia terus bergerak maju melalui peran aktif masyarakatnya, menuju masa depan kawasan yang lebih terintegrasi dan harmonis.